Arsitektur rumah tinggal dan desain interior
artikel arsitektur dan rumah tinggal dari astudio architect
Atap bertanaman ekologis dan fungsional
astudioarchitect.com Taman diatas atap adalah jenis atap yang baru-baru ini berkembang dengan pesat, digunakan baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial. Tujuannya adalah agar bisa memiliki taman meskipun berada diatas bangunan. Dalam merencanakan konstruksi taman diatas atap,
kita harus memperhatikan dahulu faktor keamanan berupa beban yang harus
dipikul oleh keseluruhan struktur yaitu dak beton itu sendiri, beban
tanah dan lapisan taman, tanaman dan juga manusia. Dalam artikel ini
saya pilihkan buku yang ditulis Heinz Frick berjudul ’Atap bertanaman
ekologis dan fungsional’.
sumber gambar: http://www.thaigardendesign.com
Kutipan: Beban tambahan yang perlu diperhitungkan dalam tahap desain meliputi:
- beban mati yang meliputi berat dari kotak tanaman atau dinding pembatas taman lainnya. Untuk bahan beton bertulang, berat lazimnya mencapai 24 kN/m2. Berat ini tentunya dapat bervariasi tergantung apakah struktur beton ini dalam keadaan basah atau kering.
- Beban hidup dapat terdiri atas berat kering dan bash dari media tanam (tanah), pepohonan, air, dan juga orang yang menggunakan atap bertanaman ini.
- Beban hidup yang diperhitungkan untuk penggunaan (untuk atap datar yang dapat dipergunakan tidak hanya untuk pemeliharan taman) adalah sekitar 1.5 kN/m2 denah.
- Berat dari tanah yang basah mencapai sekitar 22 kN/m3. Tanah pada atap bertanaman ini beratnya tentu bervariasi tergantung pada ketebalan lapisan tanah yang dipakai. Sebagai gambaran umum, kedalaman lapisan tanah ini berkisar antara 0.3-0.5 m untuk jenis taman yang ditanami oleh rumput dan perdu dan berkisar antara 1-1.5m untuk pohon pelindung yang berukuran kecil dan sedang.
- Beban angin harus dipertimbangkan dengan matang dalam desain atap bertanaman dengan jalan memasukkan angka yang sesuai untuk beban tekanan yang disebabkan oleh angin. Beban tekanan (tiupan) angin ini tergantung pada ketinggian tempat, bentuk pohon (rimbun tidaknya) dan tipe struktur bangunan yang menopang atap bertaman tersebut.
- Posisi dari beban terpusat di suatu lokasi atap bangunan yang ditimbulkan oleh pohon dan beban tambahan struktural lainnya sangat penting untuk dipikirkan sejak awal sehingga pekerjaan kedap air (waterproofing) telah dipersiapkan sebelumnya dan pelat atap mempunyai kekuatan yang memadai untuk diberi beban tekanan akibat dari tambahan berat ini.
- Sangat penting bagi para pemilik, pengguna, dan pihak manajemen gedung untuk memperhatikan kterbatasan beban atap yang diizinkan dengan cara tidak membuat taman di sembarang lokasi pada atap. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keamanan struktur bangunan akibat diletakkannya taman dan pepohonan yang berat pada atap yang seharusnya tidak boleh dibebani.
- Secara alamiah, setiap pohon dan tanaman akan tumbuh dan bertambah berat sejalan dengan perkembangannya. Hal ini juga harus diperhatikan dalam perhitungan struktur sebagai beban tambahan yang akan terkumpul seiring dengan bertambahnya usia bangunan.
- Atap bertanaman pada dasarnya disusun sebagai berikut:
- Atap pelat beton bertulang dengan plesteran finishing semen; atau
- atap konstruksi kayu dengan lapisan papan atau multipleks;
- lapisan kedap air yang tahan terhadap akar tanaman;
- lapisan pelindung lapisan kedap air terhadap kerusakan mekanis;
- lapisan drainase (pengaliran air);
- lapisan penyaring;
- lapisan media tanam (tanah dan sebagainya); serta
- vegetasi (tanaman/pepohonan)
http://books.google.co.id/books?id=q5VK8df79_cC&lpg=PA45&dq=atap%20bertanaman%20ekologis&pg=PP1&output=embed
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Desain rumah modern Bapak Ichwan
astudioarchitect.com Desain
rumah Bapak Ichwan kami desain sekitar akhir tahun 2009, merupakan
desain rumah dua lantai dengan konsep desain denah awal dari klien
sendiri. Desain dibuat sedemikian rupa sehingga merupakan denah yang
diinginkan untuk disempurnakan di studio kami. Terdapat beberapa
alternatif desain pada awalnya dan terus kami kembangkan sehingga
mencapai desain rumah yang diinginkan.
Gambar diatas
adalah desain yang kami proposalkan merupakan desain dengan gaya tropis
modern. Kisi-kisi dimaksudkan untuk memberikan pembayangan lebih agar
area balkon lebih sejuk, sedangkan penggunaan material ekspos diharapkan
memberikan kesan alami pada keseluruhan tampilan.
Gambar diatas adalah desain rumah yang disetujui untuk dibangun.
________________________________________________
by Probo Hindarto© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Ruang Duduk Pilihan
astudioarchitect.com Ruang
duduk biasanya menjadi sudut paling inspiratif dalam rumah untuk
digunakan membaca buku, menikmati kudapan serta kegiatan santai lainnya.
Inspirasi adalah sesuatu yang kita butuhkan apalagi saat mendesain,
terutama untuk ruang-ruang yang diharapkan menjadi salah satu ruang
paling unik, misalnya ruang duduk. Imelda Akmal menuliskan buku
inspiratif ‘Ruang Duduk Pilihan’ yang seperti buku-buku Imelda lainnya;
mengetengahkan contoh ruang duduk berbagai suasana yang modern untuk
Anda pertimbangkan dalam desain hunian Anda.
http://books.google.co.id/books?id=8k9QHMbKrIkC&lpg=PA38&dq=desain%20rumah&pg=PP1&output=embed
Disclaimer:
Disclaimer:
Preview
buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini
adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak
men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
6 Tanya Jawab tentang Pergola untuk Rumah Tinggal
astudioarchitect.com Pergola
merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi
sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat
sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan
tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak
pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat
ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari
sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Artikel ini
merupakan hasil wawancara reporter tabloid NOVA dengan Probo Hindarto,
astudio, dimuat di tabloid NOVA edisi 16 Januari 2012.
1. Apa yang dimaksud dengan pergola? Apa bedanya dengan kanopi?
Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap. Kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Kanopi selalu merupakan pelindung dari panas dan hujan. Namun saat ini, pergola seringkali dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi, biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate. 2. Apa fungsi utama pergola? Seberapa penting fungsi pergola mendukungbangunan rumah secara keseluruhan?
Fungsi utama pergola adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan, tujuannya adalah untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor. Pergola memberikan kesan alami karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari. Pergola bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang disekitar rumah.
3. Bagaimana dengan pemilihan desain, dihubungkan dengan konsep rumah?
Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat mehyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah merupakan struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar. Desain dari material kayu biasanya digemari karena bisa disesuaikan dengan kayu kayu kusen pintu jendela rumah. Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang.

4. Material apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pergola? Apakelebihan dan kekurangan masing-masing matrial tersebut?
Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. Pada dasarnya material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memebrikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman. Material kayu memiliki kelebihan terlihat alami, namun kekurangannya adlaah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin dan sebagainya sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada diluar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow, stainless steel memiliki kekuatan berupa kesan ramping sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar, namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing cat dan pelapis yang tahan cuaca. Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola.
5. Umumnya, dimana sih posisi pergola? Apakah selalu ada di bagian depanrumah?
Pergola bisa berada disemua bagian rumah yang berupa taman, baik didepan, disamping, ata dibelakang. Pergola juga bisa berada di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras/balkon atas, sebagai tempat duduk duduk di dak atas.
6. Aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola?Apakah tanaman rambat termasuk salah satunya?
Elemen yang banyak ditambahkan adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Demikian juga dengan batu tempel bila disebut elemen hias, adanya kolam ikan disekitar pergola bisa memperkuat kesan asrinya. Tanaman rambat pada dasarnya bukan merupakan aksesori, namun menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama dimana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman, jadi tanaman rambat seyogyanya harus selalu ada di pergola.

Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap. Kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Kanopi selalu merupakan pelindung dari panas dan hujan. Namun saat ini, pergola seringkali dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi, biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate. 2. Apa fungsi utama pergola? Seberapa penting fungsi pergola mendukungbangunan rumah secara keseluruhan?
Fungsi utama pergola adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan, tujuannya adalah untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor. Pergola memberikan kesan alami karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari. Pergola bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang disekitar rumah.
3. Bagaimana dengan pemilihan desain, dihubungkan dengan konsep rumah?
Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat mehyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah merupakan struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar. Desain dari material kayu biasanya digemari karena bisa disesuaikan dengan kayu kayu kusen pintu jendela rumah. Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang.

4. Material apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pergola? Apakelebihan dan kekurangan masing-masing matrial tersebut?
Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. Pada dasarnya material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memebrikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman. Material kayu memiliki kelebihan terlihat alami, namun kekurangannya adlaah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin dan sebagainya sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada diluar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow, stainless steel memiliki kekuatan berupa kesan ramping sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar, namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing cat dan pelapis yang tahan cuaca. Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola.
5. Umumnya, dimana sih posisi pergola? Apakah selalu ada di bagian depanrumah?
Pergola bisa berada disemua bagian rumah yang berupa taman, baik didepan, disamping, ata dibelakang. Pergola juga bisa berada di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras/balkon atas, sebagai tempat duduk duduk di dak atas.
6. Aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola?Apakah tanaman rambat termasuk salah satunya?
Elemen yang banyak ditambahkan adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Demikian juga dengan batu tempel bila disebut elemen hias, adanya kolam ikan disekitar pergola bisa memperkuat kesan asrinya. Tanaman rambat pada dasarnya bukan merupakan aksesori, namun menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama dimana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman, jadi tanaman rambat seyogyanya harus selalu ada di pergola.

Dalam Artikel versi web NOVA oleh Hasto Prianggoro:
Tanaman rambat pada dasarnya adalah elemen utama dari sebuah pergola. Ia bukan merupakan aksesori, karena menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama di mana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman. Jadi, tanaman rambat “harus” selalu ada di pergola.Selain tanaman rambat sebagai elemen utama, aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Menurut Probo, ada beberapa elemen yang banyak ditambahkan pada pergola. Beberapa di antaranya adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Elemen atau aksesori lain misalnya batu tempel (disebut elemen hias), atau kolam ikan di sekitar pergola yang bisa memperkuat kesan asri pergola tersebut.
Rambat Lebih Tepat

Tanaman apa yang pas sebagai elemen pergola? Sebaiknya pilih tanaman tahunan yang rajin berbunga dan berbuah tanpa harus mengganti dengan tanaman baru. Sifat tanaman sebaiknya selalu hijau (evergreen), yakni daun tidak rontok pada waktu-waktu tertentu. Tanaman juga harus memiliki nilai estetika tinggi. Itulah sebabnya, dipilih tanaman dari jenis perdu dengan bantuan perambatan, seperti bugenvil dan alamanda, atau tanaman merambat sendiri, seperti passiflora, anggur, stefanot dan sebagainya.
Setelah memilih jenis tanaman, sediakan pot-pot ukuran besar untuk menanamnya. Pot biasanya diletakkan di bagian belakang, dan posisinya berada di luar pergola. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Jika pertumbuhan tanaman perdu makin subur, sebaiknya dibantu dengan mengikatkan tanaman ke tiang. Usai menanam, jangan lupa untuk melakukan perawatan sebaik-baiknya.Pemupukan sekurang-kurangnya dilakukan tiga bulan sekali. Bisa memakai pupuk NPK maupun pupuk daun. Pemangkasan juga perlu. Tujuannya, di samping mengurangi beban pergola, juga menambah estetika. Tak ketinggalan, rajin-rajinlah memberantas hama, bila perlu semprot dengan pestisida.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Tanaman rambat pada dasarnya adalah elemen utama dari sebuah pergola. Ia bukan merupakan aksesori, karena menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama di mana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman. Jadi, tanaman rambat “harus” selalu ada di pergola.Selain tanaman rambat sebagai elemen utama, aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Menurut Probo, ada beberapa elemen yang banyak ditambahkan pada pergola. Beberapa di antaranya adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Elemen atau aksesori lain misalnya batu tempel (disebut elemen hias), atau kolam ikan di sekitar pergola yang bisa memperkuat kesan asri pergola tersebut.
Rambat Lebih Tepat

Tanaman apa yang pas sebagai elemen pergola? Sebaiknya pilih tanaman tahunan yang rajin berbunga dan berbuah tanpa harus mengganti dengan tanaman baru. Sifat tanaman sebaiknya selalu hijau (evergreen), yakni daun tidak rontok pada waktu-waktu tertentu. Tanaman juga harus memiliki nilai estetika tinggi. Itulah sebabnya, dipilih tanaman dari jenis perdu dengan bantuan perambatan, seperti bugenvil dan alamanda, atau tanaman merambat sendiri, seperti passiflora, anggur, stefanot dan sebagainya.
Setelah memilih jenis tanaman, sediakan pot-pot ukuran besar untuk menanamnya. Pot biasanya diletakkan di bagian belakang, dan posisinya berada di luar pergola. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Jika pertumbuhan tanaman perdu makin subur, sebaiknya dibantu dengan mengikatkan tanaman ke tiang. Usai menanam, jangan lupa untuk melakukan perawatan sebaik-baiknya.Pemupukan sekurang-kurangnya dilakukan tiga bulan sekali. Bisa memakai pupuk NPK maupun pupuk daun. Pemangkasan juga perlu. Tujuannya, di samping mengurangi beban pergola, juga menambah estetika. Tak ketinggalan, rajin-rajinlah memberantas hama, bila perlu semprot dengan pestisida.
NOVA edisi 16 Januari 2012
________________________________________________ by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Desain kafe gaya kolonial

astudioarchitect.com Desain kafe ini merupakan desain renovasi untuk sebuah bangunan tua di kota Batu Malang, yang mengambil banyak kosakata arsitektural dari arsitektur kolonial Belanda. Bangunan lama sebenarnya bukan berasal dari bangunan jaman penjajahan Belanda, melainkan bangunan tahun 50an dimana teknisi bangunan masih mengadaptasi dengan baik teknik bangunan jaman penjajahan Belanda. Desain kafe dimaksudkan untuk membawa atmosfer arsitektur kolonial yang diperkuat dengan berbagai aspek estetikanya.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Desain Restoran Kosuka
astudioarchitect.com Desain Restoran Kosuka merupakan desain restoran masakan Jawa Timur yang membawa beberapa karakter arsitektur yaitu Jawa dan Sulawesi. Didesain oleh Probo Hindarto di astudioarchitect.com. Karakter Sulawesi ditunjukkan oleh bentuk atap yang mengadaptasi bentuk atap tradisional, sedangkan karakter Jawa ditunjukkan oleh ornamentasi batik dalam detailnya. Karakter ‘Nusantara’ diperoleh melalui pemilihan material yang kuat dengan karakter lokal seperti tekstur kayu (dari material cladding), batu alam dalam detail pedestrian serta dinding. Penataan ruang dalam terdiri dari empat bagian utama yaitu ruang makan utama, ruang-ruang makan VIP, area dapur dan area toilet. Dari berbagai sudut diupayakan untuk memperoleh kesan artistik dari kosakata arsitektur tradisional yang didesain dalam framework modern.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Pemasangan Genteng Beton diatas Struktur Baja Ringan
astudioarchitect.com Dalam sistem pembangunan dengan konstruksi konvensional, menggunakan atap baja ringan, setelah proses pemasangan rangka atap
selesai, maka kita bisa melanjutkan dengan memasang genteng penutup
atap diatas struktur tersebut. Sehubungan dalam contoh ini bangunan
menggunakan sistem atap baja ringan, maka sistem ini perbedaan dengan
sistem rangka kayu adalah bagian yang menahan genteng beton adalah baja
ringan menggantikan fungsi kayu reng.
Setelah tahap pemasangan rangka atap baja ringan, maka langkah
selanjutnya adalah memasang genteng beton. Terdapat beberapa jenis
genteng yang bisa digunakan, dalam hal ini sangat tergantung dari
kemampuan membangun atau perjanjian awal dengan kontraktor, dalam contoh
ini diperlihatkan konstruksi baja ringan dengan genteng beton.Konstruksi ini dibuat agar struktur mampu menopang genteng beton seperti konstruksi kayu pada umumnya, hanya perbedaan dengan konstruksi kayu adalah konstruksi baja ringan lebih rumit perhitungannya sehingga tidak boleh terdapat salah perhitungan, serta terdapat sistem penyaluran gaya yang berbeda dengan konstruksi kayu.
Dalam foto
diatas konstruksi baja ringan memiliki bentang cukup lebar dengan ukuran
mencapai bentang 10 meter. Kadangkala dalam konstruksi ini dibutuhkan
tambahan kolom penyangga seperti dalam foto diatas terdapat balok
melintang yang khusus untuk menopang struktur baja ringan sehingga
struktur ditopang di bagian tengah. Konsultasikan dengan kontraktor baja
ringan Anda untuk mempersiapkan struktur tambahan bila dibutuhkan.
Atas: Kondisi
lantai 1 bila dibuat dak beton untuk lantai 2. Pada ruang seperti ini
langkah selanjutnya adalah finishing, menurut sistem konstruksi yang
konvensional.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Arsitektur kontekstual dan faktor penentu kebijakan
SELAMAT TAHUN BARU 2012!
astudioarchitect.com Konteks
merupakan batasan yang berkaitan erat dengan lokasi sebuah obyek
arsitektural, karena arsitektur bisa didesain sesuai atau tidak dengan
konteks. Konteks penting karena pengguna rancangan adalah mereka yang
terelasikan oleh konteks arsitektural. Konteks arsitektural bisa berarti
sejarah, lokasi, arkeologi maupun ekologi disekitar lokasi arsitektur.
Konteks mendefinisikan hubungan antara arsitektur dan lokasi serta
waktu. Baik disadari ataupun tidak, arsitektur memiliki hubungan dengan
keseluruhan lingkungannya serta selalu memberikan dampak. Arsitektur
menjadi penting menyangkut seberapa jauh perancang mengerti tentang
hubungan arsitektur dan lingkungannya, untuk mengerti konteks adalah
langkah awal dari sebuah desain.


Merupakan suatu konsensus bahwa
arsitektur sebaiknya berdampak positif bagi lingkungannya, menaikkan
nilai lingkungan melalui keberadaan arsitektur. Terdapat beberapa
prioritas yang sebaiknya diperhatikan saat mendesain arsitektur
berdasarkan konteks:
Memperkuat komunitas lokal
untuk meyakinkan bahwa pengembangan bangunan yang direncanakan akan memperkuat dan bukan memperlemah komunitas lokal serta mendukung proyek yang sukses bagi perancang, pemilik maupun masyarakat dan lingkungan. Arsitektur tidak bisa berdiri sendiri seperti sebuah tiang yang angkuh dan tidak berdaya guna, sebaiknya arsitektur sedapat mungkin memiliki fungsi meningkatkan komunitas lokal, yang berarti manusia dalam lingkungan tersebut.
Apabila
dapat mewujudkan arsitektur kontekstual yang memperhatikan lokalitas
serta partisipasi masyarakat, akan menjadi arsitektur yang berguna bagi
lebih banyak orang dan lingkungannya.
Menciptakan arsitektur yang berkarakter
mendapatkan inspirasi dari arsitektur lokal bisa membawa kita kepada arsitektur yang ‘berkarakter lokal’, mungkin sebuah pilihan yang bisa diambil bila dibandingkan jenis arsitektur non kontekstual yang sifatnya ‘internasional’ dan ‘bisa ditempatkan dimana saja’. Karakter lokal bisa didapatkan dari tradisi, nilai lokal, kontemplasi tempat ataupun material lokal, yang pada akhirnya mendapatkan karakter yang bisa dihubungkan dengan lingkungan. Dewasa ini metode perancangan yang diajarkan melalui dunia akademis masuk melalui tunnel ‘modern’ yang minim nilai-nilai lokal, namun disaat yang sama arsitek dapat mengadaptasi konteks ‘lokal’ dalam karakter arsitektural.
Memperhatikan potensi dalam site
dengan mengenal konteks lahan, maka arsitek dapat menggali potensi dalam lahan yang berupa topografi, view, drainase, energi matahari dan angin, air, dan sebagainya untuk memperoleh arsitektur yang berkelanjutan.
Integrasi dengan infrastruktur dalam lingkungan
Menemukan integrasi dengan lingkungan menggunakan material, bentuk dan elemen landskap yang memperhatikan lokalitas, jalan-jalan tembusan dan jalan setapak, jalan raya dan jalan kampung yang berkaitan dengan lokasi dan struktur arsitektur. Dengan memperhatikan lebih detail bagaimana pencapaian ke arah site, kemudian memperkirakan ulang saat bangunan sudah terbangun agar selaras dengan infrastruktur yang ada.
Memperhatikan faktor ekonomi
Sebuah bangunan dengan arsitekturnya seharusnya direncanakan dengan memperhatikan aspek ekonomi sehingga dapat terbangun dan memenuhi persyaratan pembangunan. Namun dalam memperhatikan faktor ekonomi seyogyanya tidak melupakan faktor estetika dalam perancangannya.
Memiliki sebuah Visi
Visi yang diemban rancangan arsitektur berfokus pada aspirasi komunitas, serta menyediakan tujuan jangka panjang yang mengandung strategi masa depan.
Dalam mendesain arsitektur dengan konteks, sebaiknya desain yang dihasilkan bisa merangsang tumbuhnya lingkungan yang lebih baik, dimana akan membutuhkan apresiasi terhadap kebiasaan hidup masyarakat lokal yang ditingkatkan. Komunitas masyarakat dalam skala lokal selalu memiliki cara pandang tertentu berkaitan dengan tradisi apabila masih dipegang teguh ataupun sebagian. Pada masyarakat yang lebih modern tradisi lokal kurang diperhatikan karena mengadopsi nilai-nilai yang lebih universal.
Gambaran akan arsitektur lokal biasanya muncul dari tradisi dan cara membangun vernakular, dimana terdapat bahasa tertentu untuk arsitektur lokal ini yang bisa diadaptasi baik sebagai pelengkap ataupun keseluruhan konsep arsitektur yang kontekstual. Arsitektur bisa didesain untuk melengkapi tradisi lokal yang ada sehingga dapat melengkapi identitas budaya lokal. Namun terkadang arsitektur tradisional bisa juga diteruskan dengan mengangkat unsur lokal seperti material dan cara membangun, bisa juga unsur lainnya seperti hierarki, bentukan, dan nilai filsafatnya. Kesemuanya masih bisa dikatakan sebagai ‘konteks lokal’ apabila masih memiliki karakter tertentu yang diteruskan meskipun merupakan ‘re-imaging’.
Masyarakat
sebaiknya dilibatkan dalam penentuan kebijakan untuk menentukan desain
arsitektur terutama bagi bangunan publik / pemerintahan / konservasi
cagar budaya.
Terlebih bagi arsitektur yang melayani banyak orang seperti gedung pemerintahan, nilai lokal adalah kebanggaan yang sebaiknya dan setidaknya menjadi sebuah tolak ukur akan penghargaan terhadap budaya lokalnya sendiri. Masyarakat perlu dimintai pertimbangan dalam keputusan desain agar dapat lebih aspiratif, antara lain dengan cara mengumpulkan pendapat menjadi sebuah saran bagi desain arsitektur yang akan dibuat.
Tabel Penentuan Kebijakan
Dalam menentukan kebijakan akan bangunan terutama bangunan publik, sebaiknya diperhatikan beberapa subyek berikut:
Area subyek: Pertimbangan:
Profil komunitas - Pemilik Proyek
– Pandangan lokal, aspirasi
– Struktur organisasi
– data statistik
– karakter budaya
– faktor keamanan
Kebijakan lokal - Desain
– pandangan strategis
– Rencana Tata Guna Lahan (RTH)
– Rencana transportasi
– Peraturan Daerah
– Peraturan dalam lahan
Konservasi – Area konservasi
– bangunan konservasi
– monumen / peninggalan
– Arkeologi
– situs menarik
– obyek alam/ ekologis
– flora dan fauna yang dilindungi
– area konservasi, cagar alam
kebijakan dan – Petunjuk perencanaan
inisiatif lain * framework pengembangan
* Petunjuk mendesain
* peraturan penggunaan lahan
– Peraturan Pemda yang relevan
– Peraturan untuk swasta lain
– inisiatif lokal
Melihat banyaknya unsur yang mungkin terlibat dalam penentuan kebijakan menyangkut arsitektur yang kontekstual, bisa kita pahami bahwa merupakan kebutuhan untuk memiliki sebuah identitas lokal bahkan dalam skala terkecilnya, terkecuali bagi bangunan-bangunan yang diharapkan menjadi non konvensional dengan tujuan prestise, identitas lokal sebaiknya ditunjukkan untuk memberi ciri khas akan ‘akar’ suatu tempat yang kuat. Dengan memperhatikan bahwa perubahan sangat mungkin ada, maka konteks lokalitas akan merujuk pada unsur-unsur arsitektur maupun nilai-nilai yang dapat dipertahankan pada bangunan lama dan bangunan baru.
untuk meyakinkan bahwa pengembangan bangunan yang direncanakan akan memperkuat dan bukan memperlemah komunitas lokal serta mendukung proyek yang sukses bagi perancang, pemilik maupun masyarakat dan lingkungan. Arsitektur tidak bisa berdiri sendiri seperti sebuah tiang yang angkuh dan tidak berdaya guna, sebaiknya arsitektur sedapat mungkin memiliki fungsi meningkatkan komunitas lokal, yang berarti manusia dalam lingkungan tersebut.
Apabila
dapat mewujudkan arsitektur kontekstual yang memperhatikan lokalitas
serta partisipasi masyarakat, akan menjadi arsitektur yang berguna bagi
lebih banyak orang dan lingkungannya.Menciptakan arsitektur yang berkarakter
mendapatkan inspirasi dari arsitektur lokal bisa membawa kita kepada arsitektur yang ‘berkarakter lokal’, mungkin sebuah pilihan yang bisa diambil bila dibandingkan jenis arsitektur non kontekstual yang sifatnya ‘internasional’ dan ‘bisa ditempatkan dimana saja’. Karakter lokal bisa didapatkan dari tradisi, nilai lokal, kontemplasi tempat ataupun material lokal, yang pada akhirnya mendapatkan karakter yang bisa dihubungkan dengan lingkungan. Dewasa ini metode perancangan yang diajarkan melalui dunia akademis masuk melalui tunnel ‘modern’ yang minim nilai-nilai lokal, namun disaat yang sama arsitek dapat mengadaptasi konteks ‘lokal’ dalam karakter arsitektural.
Memperhatikan potensi dalam site
dengan mengenal konteks lahan, maka arsitek dapat menggali potensi dalam lahan yang berupa topografi, view, drainase, energi matahari dan angin, air, dan sebagainya untuk memperoleh arsitektur yang berkelanjutan.
Integrasi dengan infrastruktur dalam lingkungan
Menemukan integrasi dengan lingkungan menggunakan material, bentuk dan elemen landskap yang memperhatikan lokalitas, jalan-jalan tembusan dan jalan setapak, jalan raya dan jalan kampung yang berkaitan dengan lokasi dan struktur arsitektur. Dengan memperhatikan lebih detail bagaimana pencapaian ke arah site, kemudian memperkirakan ulang saat bangunan sudah terbangun agar selaras dengan infrastruktur yang ada.
Memperhatikan faktor ekonomi
Sebuah bangunan dengan arsitekturnya seharusnya direncanakan dengan memperhatikan aspek ekonomi sehingga dapat terbangun dan memenuhi persyaratan pembangunan. Namun dalam memperhatikan faktor ekonomi seyogyanya tidak melupakan faktor estetika dalam perancangannya.
Memiliki sebuah Visi
Visi yang diemban rancangan arsitektur berfokus pada aspirasi komunitas, serta menyediakan tujuan jangka panjang yang mengandung strategi masa depan.
Dalam mendesain arsitektur dengan konteks, sebaiknya desain yang dihasilkan bisa merangsang tumbuhnya lingkungan yang lebih baik, dimana akan membutuhkan apresiasi terhadap kebiasaan hidup masyarakat lokal yang ditingkatkan. Komunitas masyarakat dalam skala lokal selalu memiliki cara pandang tertentu berkaitan dengan tradisi apabila masih dipegang teguh ataupun sebagian. Pada masyarakat yang lebih modern tradisi lokal kurang diperhatikan karena mengadopsi nilai-nilai yang lebih universal.
Gambaran akan arsitektur lokal biasanya muncul dari tradisi dan cara membangun vernakular, dimana terdapat bahasa tertentu untuk arsitektur lokal ini yang bisa diadaptasi baik sebagai pelengkap ataupun keseluruhan konsep arsitektur yang kontekstual. Arsitektur bisa didesain untuk melengkapi tradisi lokal yang ada sehingga dapat melengkapi identitas budaya lokal. Namun terkadang arsitektur tradisional bisa juga diteruskan dengan mengangkat unsur lokal seperti material dan cara membangun, bisa juga unsur lainnya seperti hierarki, bentukan, dan nilai filsafatnya. Kesemuanya masih bisa dikatakan sebagai ‘konteks lokal’ apabila masih memiliki karakter tertentu yang diteruskan meskipun merupakan ‘re-imaging’.
Masyarakat
sebaiknya dilibatkan dalam penentuan kebijakan untuk menentukan desain
arsitektur terutama bagi bangunan publik / pemerintahan / konservasi
cagar budaya.Terlebih bagi arsitektur yang melayani banyak orang seperti gedung pemerintahan, nilai lokal adalah kebanggaan yang sebaiknya dan setidaknya menjadi sebuah tolak ukur akan penghargaan terhadap budaya lokalnya sendiri. Masyarakat perlu dimintai pertimbangan dalam keputusan desain agar dapat lebih aspiratif, antara lain dengan cara mengumpulkan pendapat menjadi sebuah saran bagi desain arsitektur yang akan dibuat.
Tabel Penentuan Kebijakan
Dalam menentukan kebijakan akan bangunan terutama bangunan publik, sebaiknya diperhatikan beberapa subyek berikut:
Area subyek: Pertimbangan:
Profil komunitas - Pemilik Proyek
– Pandangan lokal, aspirasi
– Struktur organisasi
– data statistik
– karakter budaya
– faktor keamanan
Kebijakan lokal - Desain
– pandangan strategis
– Rencana Tata Guna Lahan (RTH)
– Rencana transportasi
– Peraturan Daerah
– Peraturan dalam lahan
Konservasi – Area konservasi
– bangunan konservasi
– monumen / peninggalan
– Arkeologi
– situs menarik
– obyek alam/ ekologis
– flora dan fauna yang dilindungi
– area konservasi, cagar alam
kebijakan dan – Petunjuk perencanaan
inisiatif lain * framework pengembangan
* Petunjuk mendesain
* peraturan penggunaan lahan
– Peraturan Pemda yang relevan
– Peraturan untuk swasta lain
– inisiatif lokal
Melihat banyaknya unsur yang mungkin terlibat dalam penentuan kebijakan menyangkut arsitektur yang kontekstual, bisa kita pahami bahwa merupakan kebutuhan untuk memiliki sebuah identitas lokal bahkan dalam skala terkecilnya, terkecuali bagi bangunan-bangunan yang diharapkan menjadi non konvensional dengan tujuan prestise, identitas lokal sebaiknya ditunjukkan untuk memberi ciri khas akan ‘akar’ suatu tempat yang kuat. Dengan memperhatikan bahwa perubahan sangat mungkin ada, maka konteks lokalitas akan merujuk pada unsur-unsur arsitektur maupun nilai-nilai yang dapat dipertahankan pada bangunan lama dan bangunan baru.
________________________________________________
by Probo Hindarto,
dirangkum dari berbagai sumber
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto,
dirangkum dari berbagai sumber
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Ide cermin untuk dekorasi ruangan
astudioarchitect.com Bosan
dengan suasana ruang yang ada saat ini? Menerapkan ide sederhana
seperti ini mungkin bisa menjadi sebuah terobosan menarik. Cermin
merupakan jenis kaca yang biasa ada dirumah kita sebagai sarana
memperhatikan penampilan, namun cermin juga bisa menjadi elemen
dekoratif yang cukup menarik.
Contohnya seperti permainan mozaik cermin pada foto dibawah ini:
Kaca-kaca
disusun sedemikian rupa dengan frame yang memperlihatkan bagian-bagian
kecil dari ruangan memberikan efek visual yang kaya.
Ide menerapkan cermin/ kaca hitam selang-seling ditembok samping meja
makan bisa langsung memberikan efek berbeda untuk ruangan Anda.
Selang-selingnya merupakan permainan visual dengan efek memperluas kesan
ruangan.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Ragam Inspirasi Interior Rumah [buku]
astudioarchitect.com Mendapatkan
inspirasi untuk desain interior rumah kita kadang merupakan hal yang
gampang susah, mengingat kita tidak setiap hari mendesain interior atau
memilih pernak pernik interior. Barangkali dengan membaca buku ini Anda
akan mendapatkan beberapa inspirasi menarik seputar interior desain,
ditulis oleh tim D’Maximus, buku ini mengetengahkan ide-ide segar bagi
Anda yang sudah merasa bosan dengan gaya interior rumah Anda saat ini.
Dalam buku ini dimuat banyak
contoh desain interior seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan
dan juga kamar tidur. Bila Anda beruntung, mungkin masih bisa
mendapatkan bukunya.
http://books.google.co.id/books?id=lpd0JtuQLbEC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Memproduksi listrik sendiri dirumah dengan panel surya
astudioarchitect.com Kebutuhan
listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem
pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya
bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka
panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara
dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun.
Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.
Listrik diperlukan untuk menyalakan berbagai peralatan dalam rumah seperti lampu, televisi, komputer, pemanas air, dan sebagainya. Dalam mendapatkan sumber listrik, kita sangat bergantung pada PLN sebagai penyedia listrik rumah tangga. Namun saat ini, pilihan lain sudah ada untuk memiliki energi listrik secara independen dan tidak tergantung pada PLN, diantaranya adalah listrik dari panel surya (Solar Panel), listrik dari energi angin, dan air. Kesemuanya merupakan energi terbarukan yang bisa kita panen dari negeri yang kaya raya ini. Artikel ini membahas tentang energi listrik dari panel surya.
Picture by Jim Tetro/U.S. Department of Energy Solar Decathlon
Listrik diperlukan untuk menyalakan berbagai peralatan dalam rumah seperti lampu, televisi, komputer, pemanas air, dan sebagainya. Dalam mendapatkan sumber listrik, kita sangat bergantung pada PLN sebagai penyedia listrik rumah tangga. Namun saat ini, pilihan lain sudah ada untuk memiliki energi listrik secara independen dan tidak tergantung pada PLN, diantaranya adalah listrik dari panel surya (Solar Panel), listrik dari energi angin, dan air. Kesemuanya merupakan energi terbarukan yang bisa kita panen dari negeri yang kaya raya ini. Artikel ini membahas tentang energi listrik dari panel surya.
Picture by Jim Tetro/U.S. Department of Energy Solar Decathlon
Saat ini semakin banyak penyedia
panel surya yang bisa menyediakan sumber energi terbarukan yang ramah
lingkungan ini. Terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang sering
terjadi pemadaman bergilir, ada baiknya untuk mempertimbangkan energi
alternatif ini. Beberapa hari lalu saya berkesempatan mengunjungi
penyedia panel surya dan melakukan beberapa perbandingan pada harga dan
paket yang mereka tawarkan. Artikel ini ditulis berdasarkan pengetahuan
sementara saya tentang panel surya dan mungkin memerlukan penyuntingan.
Panel surya bekerja dengan cara mengumpulkan energi melalui panel
yang terbuat dari bahan silikon atau bahan lain penangkap cahaya
matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Pada sistem panel surya,
bagian yang berperan adalah panel surya yang berisi banyak sel surya,
inverter, konektior dan baterai. Sel surya memproduksi listrik melalui
proses photovoltaic yang dibuat dari kristal silikon, menghasilkan
listrik yang dialirkan melalui konduktor non magnetik seperti perak,
perunggu, dan sebagainya. Panel surya menangkap sinar matahari namun
tidak seluruh spektrum sinar seperti ultraviolet atau infrared.
Jenis arus listrik
Untuk penggunaan rumah tinggal, saat ini terdapat kelemahan pada sistem yang teramat sederhana yang ditawarkan oleh penyedia panel surya, yaitu bahwa energi listrik yang dihasilkan panel surya adalah arus DC yang berbeda dari arus listrik PLN yang berupa arus AC. Arus DC mengharuskan peralatan listrik menggunakan tipe peralatan yang menggunakan arus DC. Untuk mengatasi masalah ini, penyedia panel surya biasanya juga menjual inverter listrik DC ke AC, sehingga bisa digunakan untuk peralatan listrik AC. Namun disebutkan oleh penyedia panel surya tersebut bahwa penggunaan inverter listrik yang kurang bagus akan berakibat kerusakan peralatan listrik. Contoh yang disebutkan adalah menggunakan listrik AC dari inverter listrik membuat baterai laptop rusak. Inverter harus memiliki kualitas dan spesifikasi fungsi yang baik agar listrik AC yang dihasilkan aman untuk peralatan listrik.
Untuk penggunaan skala lebih besar, jumlah panel surya bisa ditambahkan sehingga menghasilkan jumlah watt listrik yang dibutuhkan untuk sehari, misalnya bila rumah memiliki banyak peralatan listrik yang ingin dihidupkan dengan listrik tenaga surya, seperti TV, komputer, lemari es, dan sebagainya. Jumlah watt listrik yang dihasilkan menjadi tidak terbatas bila jumlah panel surya ditambahkan juga, tentunya dengan ditambahkan inverter untuk mengubah arus DC ke AC.
Harga sistem pembangkit listrik surya
Anggapan bahwa listrik menggunakan panel surya adalah listrik yang lebih mahal memang terbukti dari investasi awal saat membeli sistem panel surya penghasil listrik ini. Untuk satuan panel yang menghasilkan satu WP (Watt Peak), kita harus merogoh kocek sekitar Rp30.000,-. Untuk tipe pembangkit listrik surya terkecil yang ditawarkan berupa satu panel penghasil 50WP lengkap dengan konektor, fitting peralatan listrik DC dihargai Rp 3juta hingga Rp 4juta. Sedangkan untuk penghasil 80WP seharga Rp5-6 juta.
Solar cells = sel surya yang fungsinya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik
DC Power = tenaga listrik dalam bentuk arus searah (DC)
Charge controller = pengatur arus listrik agar lebih stabil dan bisa disalurkan secara langsung ke peralatan listrik arus searah (DC loads)
DC Loads = Peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC bisa menggunakan secara langsung arus DC dari baterai / aki.
Batteries = Baterai, dalam bentuk baterai aki atau baterai kering yang bisa di charge.
Inverter = Pengubah arus DC menjadi AC agar bisa digunakan untuk peralatan listrik yang menggunakan arus AC, seperti lemari es, lampu, kompor listrik, dan sebagainya.
AC Loads = Peralatan listrik yang menggunakan arus AC.
Memilih arus DC atau AC?
Sistem panel surya paling sederhana terdiri dari panel surya, konektor dan langsung ke peralatan listrik arus DC. Peralatan yang lebih lengkap dilengkapi dengan inverter arus DC ke AC. Seperti diketahui, arus DC yang dihasilkan panel surya disimpan dalam aki atau baterai kering yang mengeluarkannya dalam bentuk arus DC biasanya 12 volt. Arus ini bisa digunakan untuk peralatan seperti lampu neon, LED, laptop, dan sebagainya yang menggunakan arus DC. Peralatan listrik yang menggunakan arus DC secara langsung mungkin akan lebih stabil menggunakan arus DC daripada arus AC yang diubah inverter. Pada sistem panel surya yang teramat sederhana (arus DC), akan lebih baik menggunakannya untuk peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC.
Waktu pengumpulan dan penggunaan Listrik Matahari
Kapasitas penangkapan energi oleh sel surya dinyatakan dengan WP atau Watt Peak, merupakan satuan untuk menggambarkan berapa Watt listrik yang ditangkap dalam waktu satu jam. Untuk kapasitas panel 50WP, maka satu jamnya akan menangkap energi 50Watt, sehingga bila perkiraan jangka penyinaran minimum adalah 5 jam, maka menghasilkan 250Watt atau lebih. Energi disimpan dalam aki atau baterai kering yang menghasilkan arus DC tegangan 12 volt.
Penggunaan listrik dari aki atau baterai kering dapat dihitung dari berapa banyak listrik yang dihasilkan, kemampuan penangkapan energi listrik dan penyimpanan oleh aki tersebut. Aki dapat dikondisikan untuk memberikan energi listrik selama 8-10 jam sesuai kebutuhan, yang dipengaruhi juga oleh berapa watt listrik peralatan yang kita gunakan.
Untuk sistem panel surya 50WP, perkiraan bisa menghidupkan 3-4 buah lampu 20 Watt selama kurang lebih 8-10 jam. Pada penggunaan untuk rumah tinggal skala kecil seperti tipe 21 dan 36, sistem ini bisa meniadakan kebutuhan listrik untuk penerangan dalam rumah di malam hari. Karena dewasa ini berkembang juga lampu-lampu LED dimana lampu LED 4 Watt setara dengan terangnya lampu bohlam 20 Watt, maka lampu-lampu LED bisa digunakan untuk memperpanjang waktu penggunaan listrik.
Kelebihan
Panel surya penghasil listrik diklaim memiliki masa pakai lebih dari 20 tahun, berarti kita bisa menggunakannya untuk jangka waktu yang cukup lama. Karena itu panel yang berisi sel-sel surya ini merupakan investasi untuk jangka panjang. Sistem pembangkit listrik independen ini juga menyediakan alternatif listrik selain PLN yang dapat diandalkan pada waktu PLN tidak dapat diandalkan seperti kerusakan jaringan, pemadaman sementara atau pemutusan listrik.
Perbandingan dengan pemakaian 4 buah lampu 20 Watt selama sebulan dapat dihitung sebagai berikut:
Kekurangan
Menyebutkan kekurangan sistem pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel ini, maka kita akan sampai pada masalah kepraktisan dan kebutuhan mendasar dari memiliki sistem ini:
Berdasarkan penjelasan diatas, bisa kita pahami bahwa kebutuhan listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun. Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.
Jenis arus listrik
Untuk penggunaan rumah tinggal, saat ini terdapat kelemahan pada sistem yang teramat sederhana yang ditawarkan oleh penyedia panel surya, yaitu bahwa energi listrik yang dihasilkan panel surya adalah arus DC yang berbeda dari arus listrik PLN yang berupa arus AC. Arus DC mengharuskan peralatan listrik menggunakan tipe peralatan yang menggunakan arus DC. Untuk mengatasi masalah ini, penyedia panel surya biasanya juga menjual inverter listrik DC ke AC, sehingga bisa digunakan untuk peralatan listrik AC. Namun disebutkan oleh penyedia panel surya tersebut bahwa penggunaan inverter listrik yang kurang bagus akan berakibat kerusakan peralatan listrik. Contoh yang disebutkan adalah menggunakan listrik AC dari inverter listrik membuat baterai laptop rusak. Inverter harus memiliki kualitas dan spesifikasi fungsi yang baik agar listrik AC yang dihasilkan aman untuk peralatan listrik.
Untuk penggunaan skala lebih besar, jumlah panel surya bisa ditambahkan sehingga menghasilkan jumlah watt listrik yang dibutuhkan untuk sehari, misalnya bila rumah memiliki banyak peralatan listrik yang ingin dihidupkan dengan listrik tenaga surya, seperti TV, komputer, lemari es, dan sebagainya. Jumlah watt listrik yang dihasilkan menjadi tidak terbatas bila jumlah panel surya ditambahkan juga, tentunya dengan ditambahkan inverter untuk mengubah arus DC ke AC.
Harga sistem pembangkit listrik surya
Anggapan bahwa listrik menggunakan panel surya adalah listrik yang lebih mahal memang terbukti dari investasi awal saat membeli sistem panel surya penghasil listrik ini. Untuk satuan panel yang menghasilkan satu WP (Watt Peak), kita harus merogoh kocek sekitar Rp30.000,-. Untuk tipe pembangkit listrik surya terkecil yang ditawarkan berupa satu panel penghasil 50WP lengkap dengan konektor, fitting peralatan listrik DC dihargai Rp 3juta hingga Rp 4juta. Sedangkan untuk penghasil 80WP seharga Rp5-6 juta.
sumber gambar: http://www.daviddarling.info
Keterangan gambar:Solar cells = sel surya yang fungsinya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik
DC Power = tenaga listrik dalam bentuk arus searah (DC)
Charge controller = pengatur arus listrik agar lebih stabil dan bisa disalurkan secara langsung ke peralatan listrik arus searah (DC loads)
DC Loads = Peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC bisa menggunakan secara langsung arus DC dari baterai / aki.
Batteries = Baterai, dalam bentuk baterai aki atau baterai kering yang bisa di charge.
Inverter = Pengubah arus DC menjadi AC agar bisa digunakan untuk peralatan listrik yang menggunakan arus AC, seperti lemari es, lampu, kompor listrik, dan sebagainya.
AC Loads = Peralatan listrik yang menggunakan arus AC.
Memilih arus DC atau AC?
Sistem panel surya paling sederhana terdiri dari panel surya, konektor dan langsung ke peralatan listrik arus DC. Peralatan yang lebih lengkap dilengkapi dengan inverter arus DC ke AC. Seperti diketahui, arus DC yang dihasilkan panel surya disimpan dalam aki atau baterai kering yang mengeluarkannya dalam bentuk arus DC biasanya 12 volt. Arus ini bisa digunakan untuk peralatan seperti lampu neon, LED, laptop, dan sebagainya yang menggunakan arus DC. Peralatan listrik yang menggunakan arus DC secara langsung mungkin akan lebih stabil menggunakan arus DC daripada arus AC yang diubah inverter. Pada sistem panel surya yang teramat sederhana (arus DC), akan lebih baik menggunakannya untuk peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC.
Waktu pengumpulan dan penggunaan Listrik Matahari
Kapasitas penangkapan energi oleh sel surya dinyatakan dengan WP atau Watt Peak, merupakan satuan untuk menggambarkan berapa Watt listrik yang ditangkap dalam waktu satu jam. Untuk kapasitas panel 50WP, maka satu jamnya akan menangkap energi 50Watt, sehingga bila perkiraan jangka penyinaran minimum adalah 5 jam, maka menghasilkan 250Watt atau lebih. Energi disimpan dalam aki atau baterai kering yang menghasilkan arus DC tegangan 12 volt.
Penggunaan listrik dari aki atau baterai kering dapat dihitung dari berapa banyak listrik yang dihasilkan, kemampuan penangkapan energi listrik dan penyimpanan oleh aki tersebut. Aki dapat dikondisikan untuk memberikan energi listrik selama 8-10 jam sesuai kebutuhan, yang dipengaruhi juga oleh berapa watt listrik peralatan yang kita gunakan.
Untuk sistem panel surya 50WP, perkiraan bisa menghidupkan 3-4 buah lampu 20 Watt selama kurang lebih 8-10 jam. Pada penggunaan untuk rumah tinggal skala kecil seperti tipe 21 dan 36, sistem ini bisa meniadakan kebutuhan listrik untuk penerangan dalam rumah di malam hari. Karena dewasa ini berkembang juga lampu-lampu LED dimana lampu LED 4 Watt setara dengan terangnya lampu bohlam 20 Watt, maka lampu-lampu LED bisa digunakan untuk memperpanjang waktu penggunaan listrik.
Kelebihan
Panel surya penghasil listrik diklaim memiliki masa pakai lebih dari 20 tahun, berarti kita bisa menggunakannya untuk jangka waktu yang cukup lama. Karena itu panel yang berisi sel-sel surya ini merupakan investasi untuk jangka panjang. Sistem pembangkit listrik independen ini juga menyediakan alternatif listrik selain PLN yang dapat diandalkan pada waktu PLN tidak dapat diandalkan seperti kerusakan jaringan, pemadaman sementara atau pemutusan listrik.
Perbandingan dengan pemakaian 4 buah lampu 20 Watt selama sebulan dapat dihitung sebagai berikut:
- Pemakaian listrik PLN (konvensional) rata-rata pemakaian 8 jam
- 4 buah lampu 20 Watt / bulan = 4 lampu x 20 Watt x 8 jam x 30 hari = 19.200 Watt atau 19,2kW
- Biaya listrik perbulan untu pemakaian 4 buah lampu = 19,2kW x Rp795,- = Rp 15.264
- Biaya listrik per 20 tahun dengan standar TDL saat ini = Rp 15.264,- x 12 bulan x 20 tahun = Rp 3,6 juta
Kekurangan
Menyebutkan kekurangan sistem pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel ini, maka kita akan sampai pada masalah kepraktisan dan kebutuhan mendasar dari memiliki sistem ini:
- Panel surya diklaim bisa bertahan hingga lebih dari 20 tahun sebelum berkurang kemampuannya dalam menyerap energi surya, namun peralatan pendukungnya seperti baterai aki bertahan kira-kira 3-4 tahun.
- Bila menggunakan aki maka maintenance yang dilakukan adalah menambah cairan aki pada waktu berkurang/ habis dan perawatan aki bila diperlukan.
- Sistem arus DC dan AC pada sistem panel surya sederhana tidak bisa diintegrasikan dengan sistem PLN beserta kabel-kabelnya, yang berarti kita harus menggunakan kabel baru untuk sistem listrik khusus yang mengalirkan listrik dari panel surya ke peralatan listrik.
- Peralatan untuk arus DC harus diadakan secara khusus, yaitu lampu DC, adaptor, dan sebagainya, kecuali bila menggunakan inverter arus DC ke AC.
Berdasarkan penjelasan diatas, bisa kita pahami bahwa kebutuhan listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun. Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
6 Foto inspirasi desain gaya Bali
astudioarchitect.com Bali
adalah tujuan wisata populer, dengan kekayaan budaya salah satunya
adalah arsitektur Bali. Dewasa ini, berkembang salah satu gaya
arsitektur ‘Bali Modern’ yang mengetengahkan suasana khas Bali dengan
landscape dan arsitektur yang membawa suasana Bali dalam penggunaan
material modern. Kumpulan foto yang saya cari di flickr ini mungkin bisa
memberi inspirasi bagi Anda penyuka arsitektur Bali modern.
Bali yang
eksotik memiliki beberapa karakteristik dalam desainnya, yang pertama
tentunya adalah dari tipologi bangunan sendiri yang memakai pembagian
denah dalam beberapa bagian rumah yang terpisah dan memiliki hierarki
(susunan, urutan) ruang-ruang secara tradisional. Ciri khas lain adalah
pada tampilan yang menggunakan prinsip kepala, badan dan kaki.
Some rights reserved by ALWH
Foto diatas
menunjukkan kualitas desain landscape yang memberikan kesan sejuk dan
nyaman, ditandai dengan kolam kecil, shower, dan penggunaan bahan
material ekspos seperti batu, kayu dan semen.
Some rights reserved by ALWH
Foto diatas
khas untuk villa-villa di Bali dengan kolam renang di bagian belakang,
dimana aspek terpenting adalah suasana asri dari kolam dan tetumbuhan
dibelakangnya. Perhatikan bahwa desain arsitekturnya sendiri tidaklah
rumit, hanya terkesan terbuka.
Some rights reserved by ALWH
Bale atau
ruang terbuka seperti ini dibutuhkan untuk menikmati udara dan suasana
luar, tapi tetap merasa nyaman dengan kenyamanan ruang dalam. Artinya
kita bisa menikmati ruang luar dengan penataan arsitektur dan interior
yang baik tanpa harus merasa bahwa ruang luar itu cenderung kotor atau
tidak sehat, bahkan sebaliknya justru sehat alami.
Some rights reserved by Jeda Villa Bali
Villa yang
menggunakan atap sebagai ruang duduk, dengan membuka bagian atap ke arah
pegunungan. Desain seperti ini memungkinkan untuk lahan yang berada di
daerah pedesaan atau masih asli alamnya.
Some rights reserved by Jeda Villa Bali
Meskipun
struktur dibuat dari material dan teknik modern, tapi atap tetap
menggunakan bahan ijuk untuk mempertahankan keaslian budaya dan
suasana.
Some rights reserved by Jesse Wagstaff
Elemen
sederhana dari arsitektur Bali yaitu gerbang depan rumah, memang cukup
sederhana dan mudah dibuat tapi selalu memberi kesan ramah dan estetik.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]
astudioarchitect.com Dalam
berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena
berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti
anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin
menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian
merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai
tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam
merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh
Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana
merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas
tentang aspek teknis pembangunannya.
Kutipan: Saat ini usaha di
rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu,
sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu,
usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap
sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun
bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di
rumah, yaitu sebagai berikut.
• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.
Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu
• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.
Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.
Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu
• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.
Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.
Persiapan Renovasi
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah
diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha
perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan
maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik
diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu,
aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang
tunggu, ruang dokter, dan ruang resep.
Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi
tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan
renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa
strategi di antaranya sebagai berikut.
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas.
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus.
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi.
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik
rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada
kontraktor.
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah.
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3.
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu
dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja
borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan
dan upah tenaga kerja.
http://books.google.com/books?id=Oo74gXf6FFAC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
[desain gratis] Memperbaiki desain rumah yang sudah terbangun

astudioarchitect.com Bapak Anas dari Jakarta mengirimkan pertanyaan tentang rumah yang sudah terbangun, namun terlihat kurang estetis karena mengandalkan jasa kontraktor saja. Beliau meminta bantuan desain tampilan. Berikut ini email pertanyaan:
Dear Bapak Probo Hindarto,
Saya baru saja selesai membuat rumah tinggal, dilahan 11 x 22 meter di Jakarta Timur.
Rumah tersebut saya design sendiri tata ruang didalamnya, tetapi saya tidak mendesign tampak mukanya.
Setelah jadi (saudara saya pemborongnya) rumah tersebut tampak luar sangat mengecewakan.
Seperti dalam gambar, bahkan boleh dikatakan tidak berbentuk rumah, seperti ruko.
Istri saya ingin konsep rumah yang berlantai dua tetapi tidak Nampak dari depan, jadi voidnya saya buat di atas ruang tamu bagian depan, sehingga dinding depan jadi tinggi dan atapnya juga tinggi.
Mohon bantuan saran dan designnya apabila kita ingin membuat teras depan, agar tampak bagus. Dengan harapan point of view nya adalah teras tersebut dan atapnya dapat terkamuflase.
Terimakasih,
Anas Eko Setyo Nugroho,
Jakarta Timur
Jawaban:
Dear Bapak Anas,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak.
Untuk membuat tampilan baru dari rumah yang sudah dibangun tersebut, diperlukan suatu cara untuk membuat desain yang bisa menjadi pusat perhatian, karena saya lihat pada bangunan yang sudah ada, belum terdapat ‘sesuatu’ yang terlihat menarik. Sementara yang ada merupakan desain yang sangat fungsional namun belum terlalu memperhatikan tentang estetika. Desain yang baru saya buat memiliki portal untuk teras sehingga bisa menjadi semacam pusat perhatian saat berada didepan bangunan tersebut.
Untuk pagar juga saya desain dengan bentuk baru yang saya contohkan pada gambar desain baru, dengan harapan bisa menjadi penunjang untuk tampilan keseluruhan dan tidak terlihat berdiri sendiri seperti saat ini. Sepertinya memang untuk mencapai keharmonisan, desain pagar tersebut perlu dirubah.
Untuk struktur dan bangunan yang sudah ada, tidak perlu dirubah sama sekali, hanya membuat tambahan saja agar terlihat lebih estetis. Demikian jawaban saya, semoga desain ini bisa menjadi inspirasi untuk proses renovasi rumah Bapak.
Demikian, terimakasih.
Salam
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.
Terimakasih atas pertanyaan Bapak.
Untuk membuat tampilan baru dari rumah yang sudah dibangun tersebut, diperlukan suatu cara untuk membuat desain yang bisa menjadi pusat perhatian, karena saya lihat pada bangunan yang sudah ada, belum terdapat ‘sesuatu’ yang terlihat menarik. Sementara yang ada merupakan desain yang sangat fungsional namun belum terlalu memperhatikan tentang estetika. Desain yang baru saya buat memiliki portal untuk teras sehingga bisa menjadi semacam pusat perhatian saat berada didepan bangunan tersebut.
Untuk pagar juga saya desain dengan bentuk baru yang saya contohkan pada gambar desain baru, dengan harapan bisa menjadi penunjang untuk tampilan keseluruhan dan tidak terlihat berdiri sendiri seperti saat ini. Sepertinya memang untuk mencapai keharmonisan, desain pagar tersebut perlu dirubah.
Untuk struktur dan bangunan yang sudah ada, tidak perlu dirubah sama sekali, hanya membuat tambahan saja agar terlihat lebih estetis. Demikian jawaban saya, semoga desain ini bisa menjadi inspirasi untuk proses renovasi rumah Bapak.
Demikian, terimakasih.
Salam
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.


































Desain interior selalu identik dengan hunian rumah, kantor, apartemen, mulai dari yang sederhana hingga mewah. Setiap orang pasti menginginkan interior rungan yang indah, tapi kadang belum tahu bagaimana desainnya, Kami Jasa Desain Interior bisa menjadi solusi membantu anda, gratis konsultasi untuk menciptkan desain yang anda diinginkan.
BalasHapus